Marchisio: Semenjak Gabung Juventus, Gaya Ronaldo Berubah

Claudio Marchisio beranggapan ada yang lain dari peraih Ballon d’Or 5 kali, Cristiano Ronaldo, pada kampanye musim ini. Mantan pemain berposisi gelandang Juventus itu merasa sang striker mendapatkan beberapa perubahan semenjak datang di Turin di bulan Juli kemarin.

Ronaldo mengambil keputusan pindah dari Real Madrid demi gabung bersama Juventus di musim transfer pemain pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Sayang, Marchisio tak punya peluang berlaga dengannya sebab mesti gabung Zenit beberapa minggu setelahnya.

Kala masih berlaga buat Los Merengues, Ronaldo terkenal menjadi striker yang handal di dalam urusan menyarangkan goal. Bareng Juventus, itu tak menghilang. Tapi memang terdapat cukup perubahan yang terwujud di permainannya.

Marchisio menyadari jika performa dari Portugal itu sedikit bertransformasi dari apa yang dia ketahui. Walaupun demikian, dia berpikir transformasi itu sudah memberi pengaruh yang penting buat mantan timnya itu.

“Ronaldo sudah merubah gaya penampilannya di Italia,” tutur Marchisio di dalam wawancaranya bareng Sky baru-baru ini.

“Dia seringkali mundur buat mendapat bola, jadi salah satu bagian dari pembangun serangan serta terus terlibat dalam goal ataupun umpan. Ia penting buat Juventus,” tambahnya.

Ronaldo sudah bermain di 14 pertandingan di Liga Italia Serie A, dan Juventus tak pernah mendapatkan hasil negatif sama sekali kala dia berlaga. Karena itu, Bianconeri juga sukses memuncaki klasemen sementara Liga Italia Serie A bersama keunggulan 8 angka dari kesebelasan peringkat 2, Napoli.

Tim didikan Massimiliano Allegri tersebut sepertinya akan berkuasa sendirian di kampanye musim ini. Tapi Marchisio berpikir Inter Milan serta Napoli masih dapat memberikan tekanan kepada sang jawara bertahan itu.

“Napoli sudah menunjukkan dirinya menjadi tim besar di dalam beberapa tahun terbaru, mereka membuktikan dapat bertahan pada tempat yang tinggi sampai penghujung kampanye musim,” lanjutnya.

“Inter pun memperlihatkan itu, khususnya pada tahun ini, walau mereka masih banyak kekurangan dan kami bakal saksikan bagaimana mereka nantinya,” tambahnya.

Kebahagiaan Madrid Tanpa Sosok Ronaldo Semu Belaka

Paceklik gol mulai berada di bayang-bayang Real Madrid sepeninggal superstar Los Blancos, Cristiano Ronaldo, yang pindah ke Juventus di musim panas tahun ini.

Terbarunya, klub ibukota Spanyol itu kalah dengan skor 0-1 dari CSKA Moskva di match day ke-2 Liga Champions, Selasa (2/10).

Pencapaian itu menandai mandulnya sektor depan Real Madrid dalam 3 pertandingan berturut-turut di semua turnamen.

Penampilan negatif Real Madrid bermula kala menerima kekalahan telak dengan skor 0-3 kontra Sevilla diLa Liga Spanyol, kemudian seri 0-9 menghadapi Atletico Madrid, serta balik lagi bertekuk lutut dengan skor 0-1 versus CSKA Moskva di Liga Champions musim ini.

Real Madrid mengulangi pencapaian paling buruk keduanya di tahun 2007 silam kala tidak berhasil mentorehkan gol dalam 3 pertandingan berturut-turut dibawah bimbingan Fabio Capello.

Semenjak Cristiano Ronaldo pindah, Real Madrid memang tidak mendapatkan seorang andalan pencetak gol rutin untuk mereka di tiap-tiap pertandingan.

Gareth Bale serta Karim Benzema pernah menjanjikan pada pertandingan-pertandingan pertama kampanye musim itu.

Ke-2 bintang itu bisa mencatat jumlah 7 gol dari 3 pertandingan pertama Real Madrid pada La Liga musim ini.

Tapi Bale serta Benzema tengah bisa dikatakan kurang tampil konsisten di dalam koleksi gol mereka.

Baik Bale mau pun pemain asal Prancis itu belum mencetak gol dari 5 pertandingan terbaru yang Real Madrid lakoni.

Bale bahkan sekarang perlu tidak ikut serta buat sementara waktu usai dihantam cedera otot paha.

Tugas rumah besar juga seharusnya diselesaikan Real Madrid buat memburu suksesor Cristiano Ronaldo menjadi penyumbang kunci gol untuk mereka.

5 Punggawa Terbeken di Perempat-final Liga Champions

Liverpool, AS Roma, Bayern & Real lolos menuju fase semifinal Liga Champions kompetisi musim ini. Empat team ini sukses melalui chalange keras yg menghadang di paruh perempat-final. Klub-klub itu mempunyai beberapa punggawa yng dominan hingga mereka dapat menembus babak 4 besar. Sementara itu, kesebelasan yg tertendang akan mempunyai pesepakbola yng pas disebut menjadi kambing hitam atas ketidakberhasilan mereka di 8 besar. Dibawah ini 5 punggawa terbeken di perempat-final Liga Champions sebagaimana dikabarkan oleh media ini.

Mohamed Salah – Apa lagi yg dapat dikatakan hal yang berkaitan dengan Mohamed Salah? Kompetisi musim debutnya di Liverpool makin pergi ke ketinggian baru. Pesepakbola yang berasal dari Mesir tersebut membikin skor ke-39 kampanye musim ini vs Manchester City tuk menyamakan skor di Etihad Stadium. Hal-hal ini membuatnya jadi pesepakbola Premier League pertama2 yng terlibat langsung didalam lima puluh goal di kompetisi musim ini – 39 skor, 11 umpan. Salah telah memperlihatkan kehebatannya di dalam membuat goal selama kampanye musim ini, tapi golnya didalam 2 leg kontra City menegaskan keahliannya buat mempengaruhi laga di stage besar.

Statistik inti: Cuma Cristiano Ronaldo (15) yg membikin skor lebih banyak di Liga Champions dr Salah pada kompetisi musim ini (8, mirip dg Roberto Firmino serta Wissam Ben Yedder).

Cristiano Ronaldo – Sekalipun ia tak membuat brace kembali & menyediakan operan penting di dalam 2 pertandingan Real Madrid vs Juventus, tembakan salto Cristiano Ronaldo bisa jadi bakal selalu menjadikannya masuk didalam lis ini. Menurut keterangan dari web ini, skor dahsyat miliknya ini jelas bakalan tercatat jadi salahsatu goal paling baik di dalam histori Liga Champions sepanjang beberapa tahun. Terutama mempertahankan fokusnya tuk membikin skor penalti menentukan di Bernabeu barangkali sama impresifnya dgn goal yng mempesona di leg pertama-tama.

Statistik utama: Ronaldo udah membuat sepuluh skor didalam 7 performa Liga Champions kontra Juventus.

Trent Alexander-Arnold – Terdapat tanda tanya hal2 yang berkaitan dengan masa depan jangka panjang Trent Alexander-Arnold di Liverpool di dalam sejumlah bln belakangan. Tapi, punggawa berumur 19 th ini turun di Anfield minggu kemarin dg penampilan yg fantastis di pos pemain belakang kanan. Benar2 mencegah Leroy Sane menyuguhkan pengaruh didalam permainan2. Sane memberikan Alexander-Arnold lebih banyak problem di leg ke-2, namun pemain bertahan remaja ini ber-evolusi dgn kesebelasannya serta kemudian punya malam yng bagus.

Edin Dzeko – Dzeko kemungkingan besar telah memprediksikan kualitasnya bakal turun saat dirinya keluar dari Manchester City buat AS Roma dengan permanen di bursa transfer tahun 2016. Tetapi, penampilannya tumbuh, telah sejauh bertahun-tahun terakhir, & ini jua terwujud ketika vs Barcelona. Punggawa yang sudah berusia 32 thn tersebut membuka akses untuk Roma tuk membuat comeback dg membikin goal pembuka. Tadinya, ia jg membuat skor tandang terpenting buat team Italia di Camp Nou pd leg pertama2.

Statistik inti: Dzeko membikin tiga gol di dalam 3 permainan terakhir di Liga Champions kontra Barcelona.

Franck Ribery – Bayern Munchen maju dgn nyaman menuju ke babak 4 besar persaingan th ini dg mengulangi Keberhasilan di masa lalu. Jupp Heynckes udah mengembalikan Arjen Robben serta Frank Ribery menjadi pesepakbola sayap utamanya, dgn pesepakbola terakhir amat bisa mempengaruhi didalam keunggulan 2-1 Bayern vs Sevilla di leg pertama-tama. Ribery mengakhiri partai ini dg 2 umpan, & dua gol itu terbukti jadi berharga walaupun ke 2 kesebelasan berlaga tanpa goal di leg ke-2.

Statistik utama: Ribery membuat 3 dribel sukses di leg ke 2.